====================Oleh : Raden Adnan
Riaucemerlang.com - SUKU Rejang berdiri sebagai salah satu puncak peradaban adat-budaya Nusantara. Tidak sekadar mempunyai tradisi, tetapi memiliki sistem lengkap: aksara sendiri, hukum sendiri, bahasa sendiri, tata kepemimpinan sendiri, serta etika hidup yang bermartabat.
Banyak suku memiliki cerita, namun tidak banyak yang memiliki aksara; banyak suku mengenal adat, tetapi tidak semua memiliki undang-undang adat yang terstruktur; banyak suku memiliki pemimpin, namun tidak semua memiliki hirarki dan legitimasi adat yang mapan.
Di titik inilah Rejang berada di atas, karena peradabannya terbukti terdokumentasikan, teratur, dan berdaulat, jauh sebelum konsep negara modern menyapa tanah Bengkulu.
Ketika sebagian suku masih berkomunikasi lewat simbol dan lisan, Rejang telah menggoreskan aksara KaGaNga, menulis pikiran dan sistem hidupnya.
Ketika sebagian masyarakat hanya mengenal kata “adat”, Rejang telah menata hukum, menyelesaikan sengketa, dan menjaga kehormatan melalui struktur pasirah, depati, dan raden.
Inilah tanda peradaban tinggi — bukan sekadar hidup, tetapi teratur; bukan sekadar adat, tetapi sistem; bukan sekadar budaya, tetapi struktur intelektual.
Peradaban seperti ini tidak dimiliki sembarang suku, dan fakta ini membuat Rejang berdiri tegak sebagai salah satu suku dengan tingkat peradaban paling lengkap di Nusantara
Penulis adalah Mahasiswa Doktor Ilmu Hukum Universitas Pattimura dan Peneliti Hukum Adat Rejang

Posting Komentar